--> Skip to main content

Mari Mengenal Mental Miskin

Mari Mengenal Mental Miskin - Ramai saat ini di media sosial yang membahas akan banyaknya curhatan masyarakat tentang bantuan sosial dari pemerintah yang salah sasaran.


Mari Mengenal Mental Miskin
Mengenal Arti Mentalitas Miskin - kabarbantuan.com

Mayoritas ketika kita mengamati perdebatan panjang antara netizen di media sosial terdapat sejumlah argumen terkait profil penerima bantuan sosial, mentalitas si penerima, sorotan tentang standarisasi kemiskinan, hingga curhatan mengarah ke pada protes tidak menjadi salah seorang penerima bantuan sosial.

Hal hal umum tersebut menjadi poin penting yang pada akhirnya mengarah kepada mental penerima bantuan yang notabene masih belum sejahtera atau miskin.

Studi kasus dalam sebuah grup di media sosial, beberapa bulan terakhir diramaikan dengan postingan netizen terkait rumah salah seorang penerima bantuan sosial masyarakat yang dirasa sudah tidak layak menerima.

Dalam postingan tersebut juga dikomentari oleh orang-orang yang merasa layak namun dirinya tidak mendapat bantuan sosial tersebut. Yang pada akhirnya berujung saling menyalahkan beberapa pihak yang dianggap terkait.

Tak berselang lama, muncul berita - berita bahwa telah diadakan labelisasi oleh pihak-pihak terkait untuk meredam aksi protes yang beredar luas di media sosial.

Disini akan mengupas akar permasalahan yakni "mental miskin" yang menjadi sebab timbulnya gelombang protes para netizen di dunia maya maupun masyarakat di kehidupan nyata.

Pengertian Mental Miskin


Definisi mental adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan pikiran, akal, ingatan, atau proses yang berhubungan dengan pikiran, akal, ingatan.(1)

Sedangkan miskin dalam pengertian kbbi adalah kondisi dimana tidak berharta, serba kekurangan. Sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sandang, papan, pangan.

Hubungan keduanya memiliki definisi yakni mental miskin adalah kondisi dimana pikiran, akal, ingatan seseorang selalu dalam pemahaman tidak memiliki harta, serba kekurangan dan tidak tercukupi segala sesuatunya.

Mental miskin merupakan sebuah penyakit yang menyerang akal dan pikiran seseorang sehingga tidak dapat terlihat oleh kasat mata. Namun dapat dirasakan jika kita melakukan komunikasi sosial sehari-hari.

Yang perlu dipahami bahwa penyakit mental miskin ini, mayoritas penderitanya tidak menyadari. Larut dalam suasana nyaman yang diciptakan oleh penyakit mental miskin tersebut.

Penyebab Mental Miskin


Penyebab mental miskin ada beberapa hal, diantaranya :

1. Pendidikan

Pendidikan sangat berpengaruh dalam membentuk kondisi psikologis seseorang. Pendidikan yang salah dalam waktu panjang akan memberikan ingatan-ingatan yang sangat dalam.

Ingatan ini membentuk sebuah pola pemikiran yang berujung kepada penciptaan mentalitas/kepribadian. Seseorang yang di didik untuk mudah meminta-minta tanpa ada upaya, pada akhirnya akan membentuk sebuah mental miskin.

2. Prilaku buruk

Prilaku buruk menjadi salah satu penyebab terbentuknya mentalitas miskin di masyarakat. Prilaku buruk seperti tidak mudah puas, serakah, serta suka menang sendiri menjadi sebab mentalitas miskin seseorang.

Ciri ciri Mental Miskin


Adapun ciri - ciri mental miskin sebagai berikut :

1.  Sulit Menerima Kenyataan Dan Suka Memfitnah


Tindakan yang spontan dari penderita penyakit mental miskin adalah sulit menerima kenyataan dan mudah untuk memfitnah.  Kedua hal ini selalu bersamaan menempel erat di penderita.

Penderita sulit menerima kenyataan bahwa dirinya sudah berkecukupan serta melakukan tindakan fitnah kepada orang lain yang dianggap ingin merebut hak atau sesuatu yang dianggap menjadi bagiannya.

2. Merendahkan Orang Lain (Iri)


Respon berikutnya setelah memfitnah, biasanya penderita penyakit mental miskin mudah menyepelekan orang lain. Penderita tidak akan rela melihat orang lain sukses dan berhasil.

Mereka akan merasa sakit hati ketika ada orang yang lebih baik atau mendapatkan hal yang sama dengan si penderita. Mereka tidak mau tau penderitaan serta susah payahnya orang lain berjuang.

3. Pelit


Pelit atau enggan untuk berbagi karena takut miliknya akan berkurang bahkan habis. Pikiran takut ini yang membuat seseorang kesulitan memperoleh rezeki. Sehingga sulit baginya untuk menambah pundi-pundi kekayaan.

Fikiran yang hanya tertuju pada rasa takut kehilangan menyebabkan tidak tumbuhnya kemampuan untuk berimprovisasi, berinovasi, serta berkreasi dalam menambah penghasilan.

Cara Mengatasinya


Cara mengatasi agar kita bisa terhindar atau lepas dari mental miskin adalah sebagai berikut :

1. Didik diri kita serta generasi penerus (anak-anak) tentang pemahaman bahayanya mental miskin melalui proses pengenalan apa itu mental miskin,

2. Berikan penghargaan ketika anak-anak kita atau seseorang telah membantu dan berjasa dengan ucapan terima kasih serta pujian yang baik.

Lebih lanjut penghargaan tersebut, dapat berupa dongeng bagi anak-anak ataupun buah tangan sesuai dengan kemampuan kita.

3. Ajarkan diri kita, anak, atau orang lain disekitar kita tentang pentingnya bersyukur atas apa yang Tuhan berikan saat ini. Selalu ingatkan diri sendiri bahwa "nyinyir" kepada orang lain itu pintu masuk penyakit mental miskin.

4. Selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan kecakapan diri. Artinya, kita belajar secara otodidak hingga kita dapat menyelesaikan masalah itu sendiri. Tidak memberikan ruang manja kepada diri sendiri.

5. Hentikan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita saat ini, ajarkan diri kita untuk bertanggung jawab penuh bahwa berhasil atau tidaknya setiap usaha kita adalah karena kita sendiri bukan orang lain.


Sumber Referensi :
1. C.P. Chaplin, Kamus Psikologi, terj, Kartini Kartono, (Jakarta: PT grafindo Persada, 1995), hlm. 407.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar