--> Skip to main content

Diduga Mensos Salah Sasaran, Peserta PKH Di Sangka Terima BST, Pendamping PKH Jadi Korban

Tangerang, kabarbantuan.com – Beredar video viral di media sosial saat kunjungan Menteri Sosial di dua kecamatan di kota Tangerang yakni di kecamatan Pinang dan Karang Tengah di Tangerang banten. Kunjungan Menteri Sosial Tri Risma Harini disebutkan tidak didampingi oleh pejabat  setempat.

Kunjungan dalam rangka untu memastikan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilaksanakan di kota tangerang tersebut menjadi buah bibir dikalangan masyarkat luas, Karena dalam kunjungan tersebut salah satu warga yang didatangi oleh Menteri Sosial menyebutkan telah terjadi pemotongan bantuan sosial tunai (BST) oleh oknum Pendamping PKH.

Adapun besaran potongan oleh oknum pendamping PKH tersebut sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) disetiap penerima bantuan sosial tunai (BST)

Diduga Mensos Salah Sasaran, Peserta PKH Di Sangka Terima BST, Pendamping PKH Jadi Korban
Ilustrasi Tagar Viral Di Media Sosial Bantuan Sosial Tunai (BST)

Dugaan Mensos Salah Sasaran

Hasil penelusuran oleh tim kabar bantuan didapati bahwa sesuai edaran Kementerian Sosial RI terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) di temukan beberapa fakta sebagai berikut :

1. Bantuan Sosial Tunai (BST) merupakan bantuan yang berbeda dengan bantuan Program Keluarga Harapan yang sifatnya Non Tunai,
2. Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan melalui PT Pos Indonesia yang penyaluran tahap 5 dan 6 (mei dan juni) yang masing-masing besarannya sejumlah Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) sehingga total penerimaannya sejumlah Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah),
3. Untuk tahap 5 dan 6 selama masa PPKM bantuan BST akan disalurkan melalui PT POS Indonesia secara langsung door to door kepada penerima manfaat (bukan melalui pendamping PKH),
4. Bantuan Program Keluarga Harapan nominal bantuannya bervariasi sesuai jumlah komponen yang dimiliki serta disalurkan melalui rekening kartu ATM Himbara,


Peserta PKH Saat Kunjungan Mensos Mengaku “Gugup” Sehingga Salah Menjawab, Pendamping PKH Jadi Korban

Setelah viral video kunjungan kerja Menteri Sosial Tri Rismaharini yang diduga salah sasaran menanyakan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan, beredar juga video klarifikasi terkait hal tersebut.

Pada video lain yang menunjukkan penerima bantuan yang sama atas nama ibu Suryanin yang sempat dikunjungi oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini tersebut menjelaskan bahwa penerima manfaat tersebut gugup saat dikunjungi oleh rombongan Mensos, sehingga merasa “asal menjawab”.

Dalam video tersebut Koordinator Wilayah PKH Banten melakukan kunjungan untuk memastikan benar tidaknya ada oknum pendamping PKH yang melakukan pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) seperti yang disebutkan dalam kunjungan Menteri Sosial sebelumnya.

Setelah Ibu Farah selaku koordinator wilayah PKH menanyakan secara langsung kepada penerima manfaat tersebut didapati bahwa Ibu Suryanin bukanlah penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) seperti yang digembar gemborkan di media beberapa saat lalu, melainkan beliau merupakan peserta Program Keluarga Harapan dan BSP sembako.


Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) sendiri hanya menerima bantuan Non Tunai yang disalurkan melalui ATM Himbara dan pengambilannya dilakukan sendiri oleh masing-masing penerima manfaat langsung lewat ATM ataupun lewat E-warong.

Terkait pemotongan yang dilakukan oleh oknum pendamping PKH tersebut, Ibu Suryani menyatakan “demi Allah tidak pernah ada pemotongan” dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya  karena telah salah menjawab pertanyaan Ibu Risma karena merasa “gugup”.

Hingga berita ini diturunkan, tengah ramai di media sosial dan di jadikan status oleh pendamping sosial tagar “Kami Bukan Pendamping Semua Bansos dan Tidak Semua Bansos Adalah PKH”. Hal ini diduga merupakan bentuk kekecewaan pendamping sosial PKH terhadap kinerja Menteri Sosial yang tidak mengerti sepenuhnya terhadap program-program serta pelaksana di lingkungan kementeriannya sendiri. (AR)


Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar